Tips Memilih Pembalut

Agustus 3, 2009

SEKARANG ini, begitu banyak pilihan merek pembalut wanita, dengan keunggulan masing-masing. Aroma, warna, dan bentuknya pun beragam. Belum lagi banyaknya iklan di media massa yang menawarkan berbagai kelebihan pembalut wanita. Itu membuat kita bingung menentukan pilihan.
Ya, setiap perempuan yang masih mengalami haid, pastilah mengenal pembalut. Tapi karena jenis dan merek pembalut begitu banyak, tak jarang orang jadi gemar berganti-ganti jenis pembalut.
Namun waspadalah, sebab tidak semua pembalut aman bagi kesehatan organ intim kaum perempuan. Apalagi, jika kebersihan kurang terjaga, pembalut bisa jadi pemicu munculnya infeksi, iritasi, atau vaginitis (radang vagina).
Bagaimana memilih pembalut yang aman bagi kesehatan organ reproduksi kaum perempuan?
**
MESKIPUN pembalut memiliki daya serap tinggi, ada baiknya kita mengganti pembalut sesering mungkin. Biasanya, haid keluar lebih banyak pada hari pertama dan kedua. Pembalut yang sering terlambat diganti bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit, terutama yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Keduanya akan tumbuh subur di tempat-tempat lembap.
Selama haid, kebersihan organ intim juga perlu mendapatkan perhatian ekstra. Jika kebersihan kurang terjaga, gatal-gatal pun bisa timbul. Rasa gatal yang berlebihan membuat orang tak tahan ingin menggaruknya. Sedangkan bila digaruk, permukaan kulit akan lecet, terbuka, dan meradang.
Jangan biarkan vagina dalam kondisi lembap. Saat membersihkan, basuhlah dengan air bersih dari arah depan hingga ke belakang. Cara membersihkan dari arah belakang ke depan justru akan memindahkan bakteri yang banyak bersarang di daerah anus ke wilayah organ reproduksi. Akibatnya, timbul rasa gatal yang luar biasa di daerah ini.
Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari, dan pilih pakaian dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat. Kebersihan yang tidak maksimal bisa menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem vagina, sehingga keluar lendir berlebihan yang biasa disebut keputihan.
Meski begitu, ada juga keputihan normal, yakni yang muncul di antara masa siklus haid dan merupakan fase dari siklus hormonal wanita. Cairan yang keluar pun tidak banyak. Keputihan ini disebut tidak normal jika cairan yang keluar berwarna putih susu dan kental, berwarna kekuningan atau hijau. Gejala keputihan seperti ini umumnya disertai serangan gatal-gatal pada vagina. Bila ini terjadi, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan.
Selain pembalut, banyak wanita biasanya memakai panty liner untuk pemakaian sehari-hari. Sebetulnya, meski tidak sedang keputihan, organ intim wanita memang selalu mengeluarkan cairan, namun jumlahnya tidak banyak. Sama seperti pembalut, panty liner pun sebaiknya sering diganti, karena permukaannya yang bersentuhan dengan kulit akan menimbulkan kelembapan.
Sebaiknya, pilihlah panty liner yang tidak mengandung parfum. Soalnya, mereka yang berkulit sensitif akan lebih mudah terserang alergi akibat zat kimia yang terkandung dalam parfum tersebut. Alergi bisa muncul dalam bentuk rasa gatal dan memperparah keputihan. Bahkan, terkadang muncul iritasi. Namun, kondisi ini bisa diminimalkan dengan sering mengganti panty liner.
**
MESKIPUN bersifat relatif, ada beberapa hal yang patut dicermati dalam memilih pembalut. Di antaranya, berdaya serap tinggi dan tidak mengerut. Ini akan membantu saat haid sedang banyak. Pembalut pun harus nyaman dipakai, agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk itu, pilihlah pembalut tipis dengan daya serap yang bisa diandalkan.
Sama seperti panty liner, ada baiknya memilih pembalut yang tidak mempunyai aroma tertentu. Wangi-wangian pada pembalut justru mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan gatal dan iritasi pada permukaan kulit. Pembubuhan bedak atau talk pada permukaan pembalut sebelum digunakan juga dapat menimbulkan akibat sama.
Saat membeli pembalut, pastikan kemasan barang yang kita beli dalam keadaan baik dan tertutup rapat. Tukarkan barang jika pada plastik kemasan ada lubang, sekecil apa pun itu. Lubang ini bisa jadi pintu keluar masuk kuman yang terbawa debu. Karena penggunaan pembalut berkaitan dengan permukaan kulit organ perempuan yang cukup sensitif, higienitasnya harus benar-benar terjaga.
Selain itu, pilihlah pembalut dari bahan sangat lembut dan lentur. Ini akan mengurangi faktor iritasi pada daerah kulit vagina. Pada saat haid, hindari celana dalam yang terlalu ketat. Soalnya, keketatan semacam itu akan menekan otot luar organ intim, dan menciptakan suasana lembap. Hindari pula celana jins yang terlalu ketat di bagian selangkangan.
Saat berada di toilet umum, terutama saat haid, sebaiknya tidak menggunakan air yang berada di ember atau bak. Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans, penyebab keputihan. Sedangkan air yang mengalir dari keran toilet umum mengandung kurang lebih 10-20%. Bisa dipastikan, jika menggunakan air di ember toilet umum, keesokan harinya akan muncul rasa gatal. Atau, jika ingin lebih aman, sepulang dari toilet umum basuhlah organ intim dengan air hangat (cenderung panas), lalu keringkan dengan handuk lembut. Jamur dan bakteri mudah mati dalam air bersuhu tinggi.
Selain itu, pakailah cairan khusus pembersih organ intim (antibakteri) sekali-kali saja. Sebab, penggunaan secara rutin malah mengganggu keseimbangan flora di sekitar alat reproduksi. Juga, kebiasaan ini akan membunuh mikroba “baik” dan memicu tumbuhnya jamur. (dr. Prasanthi)***

Sumber : Lovemoon Indonesia


Peluang Usaha : Jadilah Agent ANION di Kota Anda

Agustus 3, 2009

Setelah sukses di beberapa negara (Malaysia, Singapura, Philipina, Taiwan dan Hongkong), kini bisa didapatkan di Indonesia : Lovemoon Anion, satu-satunya pembalut wanita pertama yang menggunakan teknologi ION negatif untuk mencegah bakteri, dsb. Dipasarkan dengan system Network Marketing, mari bergabung secepatnya dalam jaringan yang produk-nya tanpa saingan ini. kunjungi : www.saudagaranion.co.cc

Kini….mulai dipasarkan di Indonesia : Love Moon – Anion, pembalut wanita berteknologi tinggi, satu-satunya pembalut wanita pertama yang menggunakan teknologi Ion negatif untuk mencegah bakteri, mengatasi keputihan, menghilangkan bau tak sedap, menjaga kestabilan hormon, meningkatkan metabolisme pada wanita dan mencegah terjadinya kanker mulut rahim.
Setelah sukses di beberapa negara (Malaysia, Singapura, Philipina, Taiwan dan Hongkong), kini bisa didapatkan di Indonesia.

LOVE MOON mempunyai anion yaitu ion negative yang dikenal dengan Alat TERAPI ION NEGATIF (yang dikombinasikan dengan pembalut wanita teknologi tinggi). Lapisan khusus yang mengandung ion ini tanpa tambahan bahan kimia; menggunakan proses ionisasi untuk menghilangkan bau sterilisasi tanpa efek yang merugikan.

TERAPI ION NEGATIF yang ditemukan oleh para ahli dan profesor dari Jerman, sudah sangat terkenal dan dipergunakan dimana-mana seperti untuk AC, Lemari Es, bahkan Ionizer (mesin pembuat Ion Negatif).

Love Moon Anion dipasarkan dengan menggunakan system Network Marketing, mengajak anda semua untuk memanfaatkan peluang bisnis ini dengan banyak kelebihan :

1. Bisnis ini masih baru saja dipasarkan di Indonesia (network masih sedikit)
2. Peluang pangsa yang sangat luar biasa banyak (wanita remaja s/d dewasa)
3. Produk yang bagus (satu-satunya di dunia pembalut wanita yang mengandung ion)
4. Cukup mudah menjualnya (setiap wanita yang peduli dengan kesehatan organ kewanitaannya pasti tertarik)
5. Bonus yang besar dan terus-menerus datang dengan semakin berkembangnya downline anda

Terbuka peluang bisnis network bagi anda yang ingin mendapatkan penghasilan luar biasa dengan investasi yang terjangkau. Terbuka kesempatan di semua kota di Indonesia untuk menjadi agen / leader.
Mari bergabung bersama kami menuju sukses bersama dalam bisnis yang sangat potensial ini.

Info Lengkap Hubungi :

Zulkifli, SE
Hp. 0812 558 6364


Jangan Sembarang Memilih Pembalut

Agustus 2, 2009

Di Amerika, beberapa wanita mengeluhkan sakit kepala yang berkepanjangan. Dada mereka sering berdebar-debar, kulit memerah. Beberapa juga mengalami problem pencernaan. Belakangan, mereka menyebutnya sebagai toxin shock syndrome (TTS). Penyakit ini hanya menyerang wanita yang masih mengalami menstruasi.

Ciri-cirinya, demam tinggi, sakit kepala, kulit memerah seperti ruam, kerongkongan luka, muntah-muntah, diare sampai penurunan tekanan darah dengan cepat. beberapa orang juga mengalami problem hati, otot ngilu, dan kulit mengelupas. Dua tahun setelah itu, tepatnya 1980, baru diketahui penyebabnya; pembalut wanita jenis tampon. Penyerap darah haid ini, yang digembar-gemborkan sebagai berpenyerap super tersebut ternyata menimbulkan infeksi yang diikuti dengan luka dan trauma.

TSS timbul akibat aktifitas toksin yang diproduksi oleh bakteri taphylococcus. Penggunaan tampon yang dimasukkan ke dalam vagina dapat menimbulkan luka kecil yang bisa berakibat borok, dan membawa masuk bakteri tersebut ke dalam tubuh. Teori kedua menyatakan tampon terutama yang berukuran extra-large (XL) membawa banyak ruang udara. Ini memungkinkan bakteri itu cepat berkembang biak. Dan beruntung, tak ada pembalut wanita jenis tampon yang dijual di sini.

Dulu, sekitar tahun 1980-an memang pernah ada, tapi pasar kita ternyata menolak. ”Tampon riskan untuk gadis, apalagi kultur kita yang mengagungkan selaput dara,” ujar Ginekolog DR Boyke Dian Nugraha. Tapi jangan dulu bersorak. Pemakaian pembalut biasa, juga tidak menutup kemungkinan resiko masuknya bakteri itu ke dalam tubuh. Meski kasusnya jarang, tapi kemungkinan itu tetap ada. ”Daerah organ intim merupakan daerah yang sangat kondusif untuk tumbuh kembang bakteri,” ujarnya. Di daerah ini, kondisinya cenderung lembab. selain itu, darah sendiri merupakan media yang baik untuk memacu perkembangan kuman dan bakteri.

Menurutnya, efek pembalut biasa dan tampon terhadap organ intim memang berbeda. Jika tampon — yang dimasukkan ke dalam organ intim — menyerap semua cairan, maka tidak demikian dengan pembalut biasa. ”Pembalut biasa lebih ‘toleran’ karena tidak semua cairan terserap,” ujarnya.

Karenanya ia menyarankan untuk berhati-hari terhadap pembalut berdaya serap tinggi. ”karena dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan asam dan basa di daerah intim,” ujarnya. Saat ini, ada seruan dari Environmental Protection Agency (EPA) untuk mencermati pembalut yang digunakan. Umumnya, menurut laporan mereka, pembalut mengandung bahan rayon untuk absorbsi dan dioxin, bahan kimia yang digunakan dalam proses pemutihannya.

Umumnya, produk pembalut memang berwarna putih bersih. Semakin putih warna pembalut, semakin bagus. Dan Dioxin inilah yang digunakan sebagai ‘alat’ pemutihnya. bagi wanita, bahan ini sangat berbahaya. Dioxin merupakan salah satu bahan kimia yang potensial karsinogenik, alias dapat menimbulkan kanker. bahan ini juga potensial mematahkan sistem imunitas tubuh.

September lalu EPA juga mengingatkan mengenai efek ‘lambat tapi pasti’ dioxin dalam meracuni tubuh. Apalagi, zat itu ‘tersimpan’ di daerah kulit yang sensitif. Menurut Boyke, saat ini pilihan pembalut wanita semakin beragam. Kaum wanita hampir setiap hari dirayu oleh aneka produk pembalut melalui beragam iklan di berbagai media. Produsen tidak lagi malu mengiklankan produknya dengan imbuhan macam-macam: berdaya serap tinggi, anti bocor, lembut. Semuanya, terserah Anda.

Sebenarnya, asal rajin berganti pembalut setiap hari saat menstruasi, merek apapun yang dipilih tidak ada masalah. ”Jaman ibu kita dulu mereka hanya menggunakan kain handuk, dan tak ada masalah,” ujarnya. Pembalut wanita yang dipasarkan, katanya, ‘hanya’ menang dari segi kepraktisan saja. ”Fungsi, sih, sama saja,” tambahnya.

Seiring dengan semangat back to nature, di negara-negara maju sekarang kembali marak produk pembalut washable alias bisa dicuci. Pembalut ini berbahan dasar 100 persen katun. terdiri dari dua bagian, starter pack yang berfungsi untuk ‘memegang’ pembalut agar tidak bergeser dan berkerut serta trial pack yang akan menampung darah haid Anda. Trial pack ini terdiri dari tiga jenis, untuk pemakaian sehari-hari, pada saat terlalu ‘basah’, dan untuk pemakaian malam hari. Semuanya terbuat dari bahan flanel. Jika Anda malas mencucinya, bisa Anda buang begitu saja — tanpa resiko mncemaran lingkungan, karena 100 persen bahannya ramah lingkungan. Tapi jika Anda cuci lagi, maka bisa digunakan saat ‘tamu’ muncul lagi bulan depan. Persis seperti yang dilakukan jaman nenek kita dulu.

Di Amerika Serikat, produk ini lumayan laris. Di sini, kaum wanita meninggalkannya dan ramai-ramai beralih ke pembalut sekali pakai. Siapa yang lebih maju sebetulnya?

Sumber : Lovemoon Indonesia


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.